YESUS CAHAYA DUNIA

posted in: KONTEN UPDATE | 0

(Samuel 16:6-13; Mazmur 23; Efesus 5:8-14; Yohanes 9:1-41)

Air dan cahaya, merupakan 2 unsur yang sangat penting dalam kehidupan kita manusia. Tanpa air orang tak bertahan dalam hidupnya, tanpa melihat orang merasa tidak nyaman dan merasa terasing. Dalam masa prapaskah ini, liturgi mengajak kita untuk datang kepada sumber air yang akan memberikan kepada kita kehidupan yang tanpa pernah haus lagi, kita diajak datang kepada terang yang tiada lain Yesus sendiri terang itu. Dan puncak perayaan Paskah kita akan menyanyikan dan menyambut Yesus sebagai cahaya dan terang dunia. Masa masa Prapaskah yang kita isi dengan pantang dan puasa, menerima sakramen-sakramen, membaca firman dan menerima sakramen tobat serta amal kasih merupakan jalan menuju pertobatan supaya kita dapat melihat dan mengalami Yesus yang kita imani sebagai sumber air hidup dan cahaya kehidupan kita.

Penginjil Yohanes hari ini menampilkan Yesus sebagai cahaya dunia melalui peristiwa penyembuhan orang buta sejak kelahirannya. Peristiwa yang menghebohkan kalangan kaum Pharisi. Peristiwa ini seharusnya membuat mereka kagum dan bersyukur karena Tuhan hadir dan melawati umatnya. Malah yang terjadi mereka mencibir, mengolok olok orang buta yang disembuhkan oleh Yesus, juga orang tuanya ditanyakan, apalagi Dia yang membawa kesembuhan dicari kesalahannya supaya dia dapat ditangkap dan dibunuh. Inilah perjalanan Yesus menuju sengsara namun yang membawa keselamatan bagi banyak orang. Inilah juga jalan kita sebagai pengikut Kristus, memikul salib. Kisah penyembuhan orang buta adalah kisah yang dialami gereja perdana, dimana mereka disudutkan, dikejar, ditangkap, dipenjarakan dan dibunuh oleh pemimpin pemimpin agama dan orang orang yang tidak suka gereja berkembang. Inilah juga pengalaman dan perjuangan gereja masa kini dimana kita dipersulit, dibuat menderita, tidak diakui?

Tuhan mendatangkan malapetaka bagi kita? Bagi orang Yahudi malapetaka ini adalah akibat dosa. Tidak bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Penderitaan justru menjadi jalan keselamatan. Melalui penderitaan Tuhan sungguh dihadirkan. Sering kita menjauhkan salib salib yang menimpa kehidupan. Sering kita tidak mampu melihat kebesaran dan keajaiban yang Tuhan perbuat di tengah tengah kita karena pandangan negatif kita seperti yang dilakukan oleh orang orang pharisi. Bila ada sesama yang bertobat bukannya kita rangkul dan terima dengan kasih malah kita membiarkan dan kurang bersimpati padanya. Menarik kita membaca injil hari ini bahwa orang buta yang disembuhkan Yesus tidak ada namanya. Siapa dia dan apa artinya untuk kita? Orang buta itu bisa salah satu dari kita orang beriman yang buta. Mengalami pengucilan, fitnah, penderitaan? Tidak selamanya kita akan buta. Yesus datang membawa keselamatan kita. Dalam kesulitan dan kesusahan iman kita menjadi semakin kuat. Seperti tanaman yang disiram setiap hari dengan tanaman yang disiram 3 hari sekali yang terakhir lebih kokoh karena dalam kesulitan mereka lebih berjuang. Menghayati iman dalam kesulitan akan membuat kita sungguh berjuang. Masa-masa prapaskah adalah kesempatan yang sangat bagus dan indah untuk mempertebal iman kita. Selamat berjuang semoga iman kita semakin hidup. Dan kepada pasangan-pasangan yang merayakan hari pernikahannya di bulan-bulan ini profisiat dan semoga menjadi berkat bagi keluarga anda. Tuhan memberkati kita semua.

– P. Agustinus I Myoman Murtika, SVD –

Bagikan :
Follow admin:

KOMSOS PRR

Latest posts from