Makna Lilin Menyala

posted in: KONTEN UPDATE, RENUNGAN | 0

(Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC)

Mengapa umat Katolik meletakkan lilin yang bernyala di depan/di samping Salib Tuhan Yesus dan gambar/patung orang kudus ketika sedang berdoa atau beribadat ? Dalam bait suci dan rumah-rumah ibadat Yahudi/sinagoga terdapat lampu yang senantiasa menyala. Lampu yang senantiasa bernyala di bait suci dan sinagoga menggambarkan kehadiran Yahwe/Allah (Kel 27:20-21 dan Imamat 24:2-4). Di kemudian hari selalu dipasang lampu yang bernyala di Tabut Peranjian di mana Kitab Taurat dan tulisan-tulisan Kitab Suci lainnya disimpan. Lampu bernyala di Tabut Perjanjian menunjukkan penghormatan kepada Sang Sabda. Melalui Kitab Taurat dan Kitab-Kitab suci itu, Allah hadir dan berbicara kepada umat-Nya. Gereja Katolik mengambil praktek itu dengan menempatkan lilin atau lampu yang senantiasa menyala di dekat Tabernakel, tempat menyimpan Sakramen Mahakudus. Lilin atau lampu yang bernyala di dekat Tabernakel menunjukkan kehadiran Tuhan dan penghormatan kepada Sakramen Mahakudus.

Dalam Tradisi Katolik, lilin yang menyala menggambarkan Kristus sebagai Terang Dunia di tengah kegelapan : Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan (Yohanes 12:46). Lilin yang menyala juga melukiskan kehidupan sejati di dalam Tuhan Yesus, Sang Terang : Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia dan Terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia (Yohanes 1:4,9). Anugerah kehidupan sejati itu terungkap secara jelas dalam liturgi pembaptisan. Lilin yang menyala dari lilin Paskah yang diserahkan imam kepada baptisan baru melambangkan kebersatuannya dengan Kristus, Cahaya Dunia.

Tugasnya kini adalah memelihara terang itu sampai masuk ke dalam Kerajaan Surga dengan hidup sebagai putera-puteri cahaya dan menghayati imannya dengan setia. Lilin yang melambangkan Kristus, Sang Cahaya, yang telah datang ke dunia untuk mengusir kegelapan itu dapat dimaknai setiap bagiannya. Batang lilin melambangkan kemurnian Kristus, sumbu lilin melambangkan jiwa manusiwi Kristus, dan api melambangkan terang keallahan Kristus. Terang Keallahan Kristus (api) bersinar pada kemanusiaanNya (sumbu) dan ditopang melalui kemurnian-Nya (batang) sehingga barang siapa mengikutiNya dan mau bersatu denganNya akan memperoleh kehidupan kekal. Jadi, lilin yang menyala juga melambangkan iman dan semangat doa.

Makna lilin yang bernyala membuat kita memahami mengapa kita menggunakan lilin yang bernyala di dekat patung/gambar orang kudus dan patung/Salib Tuhan Yesus pada saat kita berdoa atau ibadat bersama. Terang melambangkan doa yang kita persembahkan kepada Tuhan melalui iman. Kita memohon kepada Tuhan dalam doa dengan terang iman atau kita mohon bantuan para kudus agar berdoa bersama kita dan bagi kita kepada Tuhan. Karena kita telah bersatu dengan Kristus, kita harus menjadikan seluruh kehidupan kita sebagai terang bagi sesama. Kehidupan kita hendaknya menjadi berkat dan memberikan kehangatan Kristus sehingga setiap orang yang berjumpa dengan kita memiliki kerinduan untuk bercengkerama denganNya dalam iman dan doa. Dengan teladan hidup para kudus, hidup kita yang telah telah dijiwai Terang Kristus akan membawa diri kita dan banyak orang menuju terang kemuliaanNya.

Doa Sebelum Menyalakan Lilin :

Allah Bapa, Sumber Terang Sejati, semoga lilin yang kami nyalakan ini memberikan kerinduan kepada kami untuk bersatu dengan cahaya orang-orang kudus-Mu dan Putera-Mu. Kerinduan ini membuat kami dapat berdoa kepadaMu dengan iman, khususnya untuk dapat semakin hari semakin lebih suci. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Doa Sebelum Memadamkan Lilin :

Allah Bapa yang penuh kasih, semoga Terang Kristus beralih dalam hati kami sehingga kami dapat menjadi penunjuk jalan bagi banyak orang menuju kehidupan sejati. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Tuhan memberkati.

Bagikan :
Follow admin:

KOMSOS PRR

Latest posts from