KETAATAN IMAN

posted in: KONTEN UPDATE | 0

Pembaca yang terkasih, pada Minggu Prapaska kedua ini kita masih diajak merenungkan tema “iman”. Melalui kita Kejadian 12:1-4a, kita dapat belajar dari ketaatan iman Bapa Abraham yang berani mengandalkan seluruh arah hidupnya pada janji Tuhan. Demikian pula Santo Paulus meyakinkan kita, jika kita berani menderita demi Kristus, maka jerih payah kita dalam kerasulan tak akan sia-sia. (2 Tim. 1:8b-10)

Yesus meninggalkan tempat dan suasana sehari-hari untuk berkomunikasi dengan Allah (Mat. 17:1- 9). Nama gunung tidak disebut sama sekali. Sejak Origenes (awal abad III), gunung Tabor ditunjuk sebagai gunung perubahan rupa Yesus. Penginjil tidak menyebut namanya, sebab baginya gunung searti dengan penampakkan yang Ilahi (Kel. 24:16) dan (6:12). Mengapa muka Yesus menjadi lain? Sebab Ia mulia (32). Perubahan itu terjadi bukan karena pengaruh dari luar melainkan datang dari dalam diri Yesus sendiri. Lain halnya dulu dengan Musa (Kel. 34:29 dst.).

Menurut teks Yunani, Musa dan Elia berbicara dengan Yesus mengenai exodos yang umum berarti keluaran, namun mengandung berbagai macam makna , antara lain keluaran dari derita, dari kubur (=kebangkitan), dari kehidupan (=kebangkitan), dari lingkungan bumi (=kenaikan). Pada umumnya para ahli sepakat untuk mengartikannya secara luas, yaitu keseluruhan peralihan Yesus dari dunia ini kepada kemuliaan surgawi.

Di gunung transfigurasi, Yesus dinyatakan sebagai Putra Allah sendiri dan sekali lagi menolak godaan yang sampaikan oleh Petrus (Mat 16: 21 -23) dan karenanya Ia dimuliakan oleh Allah. Yesus tampil sebagai manusia yang selama hidupnya selalu taat kepada Bapa. Yesus tak mau siapapun memandangNya sebagai Mesias politik. Ia tampil dengan kuasa penuh sebagai Tuhan langit dan bumi.

Dalam peristiwa penampakan di gunung itu juga Yesus mau menunjukkan sikap ketaatanNya pada kehendak BapaNya. Dalam kehidupan sehari hari justru hal yang tersulit acap kali ialah bila kita dituntut untuk menaati perintah Allah dan tekun melaksanakannya,.… begitu mudahnya kita melantunkan,…. berbahagialah orang yang mendengar Sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya…. seusai kita mendengarkan bacaan Injil , namun bila secara jujur kita bertanya pada diri kita sendiri. Beranikah kita meninggalkan kemapanan, bukit-bukit kesombongan, keberhasilan dan kesuksesan, pindah dari suatu tempat yang nyaman lalu pindah ke tempat yang gersang untuk menyongsong Salib, mendengarkan keluhan anak-anak, suami, istri, rekan-rekan kerja orang-orang yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari . Tantangan, godaan dan kesulitan yang selalu ada dalam kehidupan kita di dunia ini. Kita seringkali maunya yang suka cita-suka cita saja …. tetapi menghindarkan duka cita, kesulitan, tantangan. Semoga kita juga berani taat seperti Yesus dan berani melaksanakan firmanNya.

Selamat mensyukuri HariNya Tuhan di Masa Prapaska ini.

(P. Lukas Kilatwono, SVD)

Bagikan :
Follow admin:

KOMSOS PRR

Latest posts from