Kehidupan Kekal

posted in: KONTEN UPDATE | 0

Pembaca yang terkasih dengan membaca Kitab Yehezkiel 37:12-14 kita dapat memahami akhir dari pengalaman batin Nabi Yehezkiel (lihat pula ayat 1-8) dibawa Roh Tuhan ke sebuah lembah yang dipenuhi tulang-tulang kering. Yehezkiel pun melakukan perintah itu. Tulang-tulang itu melambangkan hidup umat yang mengering binasa. Tetapi kini Tuhan sendiri mendatangi dan memberi mereka RohNya sehingga mereka hidup kembali dan tinggal di negeri mereka. Dalam pengalaman batin sang nabi, jelas Tuhan sendirilah yang kini mendatangi umat yang binasa, mengering, menjadi tulang-tulang yang terserak-serak. RohNya memberi mereka urat, daging, kulit, dan nafas hidup. Ini penglihatan batin sang nabi yang mengajak orang mengerti betapa Yang Mahakuasa senantiasa memberi nafas kehidupan kepada umatNya. Namun ada satu hal yang amat penting. Ini semua dinubuatkan atas perintahNya sendiri dan baru sungguh terjadi bila diterima dengan tulus, yaitu dengan iman.

Kebangkitan Lazarus (Ibr.: el”Azar; Allah menolong) merupakan salah satu tandanya, bahkan mempercepatnya (Yoh. 11:47-50). Ketika Yesus sampai di Betania, Lazarus sudah empat hari meninggal dunia. Marta menyatakan imannya akan kebangkitan pada akhir zaman. Baik Maria dan Marta berkata bahwa seandainya Yesus ada di situ pastilah saudara mereka tidak mati (21, dan 32). Ini merupakan suatu ungkapan iman yang mendalam tanpa menyepelekan perasaan sesal kenapa Yesus justru tidak hadir di saat-saat orang memerlukannya. Mengapa Yesus tidak berusaha menghalangi kematian daripada menunggu untuk mengalahkannya? Dan jawabannya adalah; hal itu lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya (ay. 15). Muzijat adalah suatu penampakan kehadiran Allah yang menyembuhkan dinyatakan melalui pekerjaan AnakNya.

Yesus adalah Kebangkitan dan Hidup (25,26) adalah pusat teologis Bab 11 ini. Orang yang mempunyai iman, juga sesudah kematian, akan hidup; orang yang mempunyai iman dan hidup tidak akan benar-benar mati. Pembangkitan Lazarus adalah tanda mengenai hal itu. Mungkin juga di saat ini ada begitu banyak pribadi-pribadi seperti Lazarus yang tertidur dalam penghayatan iman dan terpuruk dalam kubangan kubur dosa zaman ini. Tuhan saat ini mengajak kita seperti mengajak Marta dan Maria untuk pergi kepada mereka dan membangunkannya. Bersama dengan Yesus orang yang tertidur dalam kubur dosa yang paling kelam sekalipun akan terbangunkan. Orang yang sudah mati dan lumpuh dalam penghayatan imannya pun akan berbalik dari jalannya yang sesat, “kita akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutup banyak dosa” (Yak. 5:20). Membangunkan iman sahabat atau saudara/i kita yang telah “tidur” memang merupakan suatu upaya yang tidak mudah. Kitapun harus siap mati bersama dengan Yesus. Yang pasti kelak kita akan melihat kemuliaan Allah dan belajar bahwa Yesus benar-benar KEBANGKITAN dan KEHIDUPAN KEKAL. Selamat mempersiapkan Pekan Suci.

(Rm. Lukas Kilatwono, SVD)

Bagikan :
Follow Paroki Ratu Rosari:

Latest posts from