KAPAL PENOLONG

posted in: KONTEN UPDATE, RENUNGAN | 0

KAPAL PENOLONG

Oleh : P’Dhe

Tek.... tek..tek...tek.......tek...tek..tek......teeek !!!!!..... "Lariiii... lari... cepat lariiii......!!!", Suara kentongan dipukul bertalu talu tiada henti, dan teriakan teriakan warga masyarakat terdengar diamana mana..... "Bendungan jebol..... banjiiiirrr... banjiir.., banjir datang....!!!" teriak beberapa orang diluar rumah Pak Tarjo (sekedar nama tokoh ceritra)..... Sementara si pemilik rumah sedang sibuk mengumpulkan barang berharganya.... "Pak Tarjo.. ayo pak cepat mengungsi pak.....!!" Teriak tetangga sekeras-kerasnya memperingatkan Pak Tarjo yang masih tergopoh-gopoh membongkar isi lemarinya, mencari-cari sekiranya ada barang berharga yang bisa ia bawa serta, sementara anak dan istrinya sudah terlebih dahulu mengungsi bersama para tetangga seiring air yang semakin meninggi.... Pak Tarjo yang masih kebingungan di dalam rumahnya terus saja hilir mudik memilah milah mana yang mau diabawanya.... mau bawa televisi terlalu berat, mau bawa baju-baju bagus tak muat lagi dijejalkan dalam tasnya, mau bawa ini atau mau bawa itu.... semakin bingung jadinya.... Beberapa saat kemudian barulah ia sadar bahwa keadaan sudah sangat genting bagi keselamatan jiwanya ketika air telah meninggi hingga sebatas dada.... Pak Tarjo panik bukan kepalang menyadari hal tersebut, yang terpikirkan saat itu hanya atap rumah satu-satunya tempat teraman bagi dirinya, maka serta merta iapun segera naik keatas genting rumah dan duduk meringkuk sambil mendekap tas dan beberapa barang bawaanya erat-erat.

Hampir empat jam ia terkungkung dalam keadaan itu, tak henti-hentinya ia berdoa dan berharap air segera surut atau datangnya pertolongan, tetapi air bah malah semakin meninggi hingga hampir menyentuh tepi atap rumahnya. Ditengah ketakutannya, Pak Tarjo mulai menyesali kenapa ia tak segera mengungsi bersama anak dan istrinya atau menuruti para tetangga yang telah memperingatkannya..... Tiada henti-hentinya Pak Tarjo berdoa memohon pertolongan Tuhan hingga datanglah sebuah sekoci kecil menuju kearah dirinya untuk menolong. Saat petugas penolong mengajaknya untuk naik keatas sekoci, Pak Tarjo menjadi bimbang karena ingat bahwa ia belum sempat membawa kotak perhiasan yang ia simpan didalam lemari kamarnya... akhirnya ia memutuskan untuk tetap bertahan sambil menunggu  air surut, karena ia takut hartanya itu akan dijarah orang bila air surut nanti sementara dirinya berada dalam pengungsian... Selang beberapa jam kemudian, air justru semakin meninggi dan kini telah mencapai setengah bagian ketinggian genting rumahnya sehingga memaksa Pak Tarjo harus bertengger di puncak genting... Tiada henti-hentinya ia kembali berdoa memohon pertolongan dari Tuhan, hingga datanglah sebuah kapal menghampiri dirinya... Seperti halnya ketika sekoci terdahulu datang, hatinya kembali bimbang mengingat kotak perhiasan yang ia simpan, dan memutuskan untuk tetap bertahan sambil terus berdoa..... Sampai pada akhirnya air bah benar-benar menenggelamkan dirinya beserta rumah dan seluruh isinya..... Matilah Pak Tarjo......

Setelah Pak Tarjo mati, dialam baka dirinya didatangi oleh seorang malaikat Tuhan untuk ditimbang antara dosa - dasanya dan baktinya kepada Tuhan..... ketika menunggu gilirannya tiba, ia melihat disebelah kanan nampak sebuah taman yang indah penuh sukacita dan damai sejahtera sedangkan disebelah kiri nampak dipelupuk matanya sebuah tempat yang sangat luas tak terkirakan dimana  airmata dan kertak gigi tiada henti-hentinya yang membuat dirinya ngeri dan sangat takut. Ia saksikan bagi orang yang timbangan dosanya lebih berat maka orang itu segera dilemparkan ketempat yang penuh dengan kengerian itu begitu juga sebaliknya bagi orang yang amal baktinya kepada Tuhan lebih besar segera dituntun oleh para malaikat menuju ketempat yang penuh suka cita dan damai sejahtera. Menyaksikan hal tersebut ingatlah Pak Tarjo akan segala dosa-dosanya dan betapa dirinya merasa sangat kurang menanggapi dan melayani Tuhan selama perjalanan hidupnya dan hal itu membuatnya takut bukan kepalang..........

Ketika tiba gilirannya untuk ditimbang, Pak Tarjo yang ketakutan memberanikan diri bertanya kepada seorang malaikat yang berdiri dihadapannya..... "Wahai malaikat Tuhan, perkenankanlah saya utuk bertanya...", "Apa yang ingin kamu tenyakan hai manusia...", jawab malaikat itu...... "Kenapa ketika aku berdoa tiada henti-hentinya memohon pertolongan, Tuhan tidak berkenan menolong saya sehingga saya mati tenggelam, andaikan Tuhan menolong saya saat ini pastilah saya masih hidup dan berkesempatan untuk bertobat serta memperbaiki hidup saya, untuk berbakti dan melayani Tuhan.." lanjut Pak Tarjo.... "Hai manusia yang tidak tahu diri, ingatkah saat istri dan anakmu merengek-rengek mengajakmu pergi..... ingatkah kau akan teriakan-teriakan para tetanggamu memperingatkan untuk segera lari... dan kamu benar-benar tidak tahu diri bertanya akan kebaikan Tuhan... tidakkah kau ingat sekoci yang kamu tolak bahkan kapal yang kau sia-siakan hanya karena hartamu yang tidak berarti dihadapan Tuhan..... semua itu pertolongan Tuhan bahkan sebelum kau minta Tuhan telah terlebih dahulu mengirim pertolongan kepadamu.... sekarang diamlah kamu.....!!!!", Jawab malaikat itu dengan suara menggelegar..... sedangkan Pak Tarjo.... menangis hebat menyesali diri..........

Demikianlah ceritera ini, dalam kehidupan kita manusia sering terlena pada hal-hal dunia bahkan hal dunia lebih menjadi bahan pertimbangan bagi kita dari pada "keselamatan", pemikiran dunia mengaburkan rencana dan kehendak Tuhan. Tanpa kita sadari, kita sering tidak melihat atau bahkan menolak kasih pertolongan Tuhan atas segala permasalahan hidup yang menerpa kita, baik itu pertolongan yang kita minta dalam doa-doa kita maupun tanpa kita minta, karena Tuhan mengasihi anak-anakNYA, dan kasihNYA itu sungguh amat besar. Satu bukti kasih Tuhan untuk menyelamatkan manusia, Ia rela mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan kasih itu tetap berlanjut sampai kini hingga akhir jaman... Tahukah anda bahwa kasih Tuhan itu berlanjut hingga akhir jaman.....?, yaitu.... Tuhan telah memberikan sarana keselamatan bagi kita yaitu "Sakramen Tobat", dengan sakramen tobat itu Tuhan telah menyediakan sebuah kapal yang amat megah dan kokoh untuk menyelamatkan kita dari bencana air bah yang setiap saat  datang menerjang dalam hidup kita..... Sakramen Tobat itu ibarat kapal penolong kita yang sedia setiap saat sampai selama-lamanya untuk menyelamatkan jiwa manusia dari belenggu dosa pembawa maut..... Oleh karenanya, mari kita masuk dalam kapal yang telah Tuhan kirimkan untuk menyelamatkan jiwa kita....... Terlebih dalam masa Pra Paskah ini, "KAPAL PENOLONG" itu kini tengah merapat bagi kita.... Mari kita menerima SKARAMEN TOBAT, SENIN, RABU, KAMIS, 27, 29, 30 MARET Pkl.17.00-selesai di GEREJA PAROKI RATU ROSARI.

Bagikan :
Follow admin:

KOMSOS PRR

Latest posts from