DUA SERIGALA

Pada suatu sore seorang tua dari Suku Indian Cherokee bercerita pada cucu-laki-nya tentang peperangan yang berlangsung di dalam diri orang-orang.

Ia berkata: “Anakku, peperangan abadi antara dua “Serigala” terjadi di dalam diri kita semua.

Serigala yang satu adalah kejahatan. Dia adalah kemarahan, iri hati, dengki, cemburu, kesedihan, penyesalan, rakus, sombong, dendam, bersifat rendah, kebohongan, kebanggaan semu, merasa dirinya paling unggul, dan mementingkan diri sendiri”.
Serigala yang satunya lagi adalah kebaikan. Dia adalah kegembiraan, damai, cinta, harapan, ketenteraman, kebaikan hati, kebajikan, bisa merasakan penderitaan orang lain, kemurahan hati, kebenaran, rasa belas kasihan, dan kepercayaan.

Si cucu memikirkannya beberapa saat dan kemudian bertanya: “Serigala yang mana yang akan menang?”
Orang tua itu hanya menjawab: “Serigala yang kamu beri MAKAN.”
Serigala yang jahat ataupun serigala yang baik setiap hari diberi makan oleh pilihan pikiran kita. Apa yang kita pikirkan akan sedikit banyak muncul dalam kehidupan dan mempengaruhi gerak langkah kita.
Ketika kita memberi makan serigala jahat maka niscaya hidup kita akan merasa sempit dan beban akan menjadi lebih berat. Serigala jahat membawa energi negatif yang jika dipelihara akan merusak diri kita sendiri dan orang lain.

Ketika kita memberi makan serigala baik maka kita tetap optimis dan percaya diri menghadapi semua masalah kehidupan, Serigala baik membawa energi positif yang bersifat membangun dan saling menguatkan.
Kita mempunyai pilihan untuk memberi makan serigala yang baik dan hal itu akan terlihat dalam sifat kita, kebiasaan kita, dan tingkah-laku kita yang positif. Atau memberi makan serigala yang jahat dan seluruh jagat diri kita berubah menjadi negatif, seperti racun yang perlahan-lahan memakan habis diri kita.
Lalu pertanyaan penting-nya adalah: “Hari ini kamu memberi makan serigala yang mana?”

Sumber: Buku “Temukan Lima Rahasia Sebelum Mati”, karya John Izzo Ph.D

Bagikan :
Follow Paroki Ratu Rosari:

Latest posts from